penisku keluar masuk Pantat naik turun dengan liar

Pada suatu sore, Rita meneleponku minta diantarkan untuk mengukur gaun pengantinnya di sebuah rumah mode langganannya di kawasan Slipi. Kebetulan aku sedang agak rindu pada dia. Kujemput dia di sebuah toko di Blok M selanjutnya kami meluncur ke arah Semanggi untuk menuju ke Slipi. Di mobil dia agak diam, tidak seperti biasanya.

"Rit, kok tumben nggak bersuara?", kataku memecah hening.

Dia menatap mukaku perlahan, tetap tanpa senyum. Air matanya terlihat samar di pelupuk matanya.

"Mah, kenapa sayang? Kok kelihatannya bersedih", kataku sekali lagi.

Dia tetap menunduk dan air matanya mulai meluncur menetes di tanganku yang sedang mengelus mukanya.

"Bertambah dekat hari pernikahanku, aku bertambah sedih Pah", ujarnya. "Mamah membayangkan malam pengantin yang sama sekali tidak Mamah harapkan terjadi dengan lelaki lain. Sayang sekali kamu sudah milik orang lain. Kenapa kita baru dipertemukan sekarang?", Rita berceloteh setengah bergumam.

Aku merasa iba, sekaligus juga mengasihani diriku yang tidak mampu berbuat banyak untuk membahagiakannya. Kugenggam tangannya erat-erat seolah tak ingin terlepaskan. Tanpa terasa, mobilku sudah memasuki pekarangan rumah mode yang ditunjukan Rita. Hampir setengah jam aku menunggu di mobil sambil tiduran, mesin dan pendingin mobilku sengaja tak kumatikan. Laser disk dengan lagu "Love will lead you back" mengalun sayup menambah suasana sendu yang menyelimuti perasaanku. Aku dikejutkan Rita yang masuk mobil dan membanting pintunya. Setelah berada di jalan raya kutanya dia mau ke mana lagi dan dia menjawab terserahku. Kuarahkan mobilku kembali ke jembatan Semanggi dan belok kiri ke jalan Jenderal Sudirman dan masuk ke Hotel Sahid. Sementara aku mengurus check-in di Reception Desk, Rita menungguku di lobby hotel. Kemudian kami naik lift menuju kamar hotel di lantai dua.

"Pah, Mamah serahkan segalanya untukmu, Mamah khawatir sebentar lagi Mamah dipingit, nggak boleh keluar sendirian lagi, maklum tradisi kuno kejawen masih ketat."

Tanpa malu-malu lagi karena kami memang sudah seperti suami isteri, dia membuka satu-persatu pakaian yang melekat di badannya sehingga kemontokan tubuhnya yang tak bisa kulupakan terlihat jelas di hadapanku. Tanpa malu-malu pula dia mulai memelorotkan celana panjang sampai celana dalamku, sehingga batang penisku yang masih tiduran terbangun. Tanpa menungguku membuka baju dan kaus singlet, Rita sudah membenamkan batang penisku ke mulutnya dan melumatnya dalam-dalam. Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa dan batang penisku mulai mengembang besar dan keras seperti besi.

"Ogghh... Maahh... isep terus yang… oooghh… aduuuuhh... gelli", aku mulai melenguh nikmat dan Rita semakin cepat mengulum penisku dengan memaju-mundurkan mulutnya, penisku semakin terasa menegang dan aliran darah terasa panas di batang penisku dan Rita semakin semangat melumat habis batang penisku.

"Oggghh… Paahh, enaakkk asiiin.. Paahh."

Wah, batang penisku makin terasa senut-senut dan tegang sekali rasanya cairan spermaku sudah berkumpul di ujung kepala penisku yang semakin merah mengkilat dikulum habis Rita. Aku minta Rita menghentikan hisapannya dulu, kalau tidak rasanya spermaku sudah mau muncrat di mulutnya.

"Ooogghh… Maahh, sudah dulu doong, Papaahh moo... keluaar!"

Rita menuruti eranganku dan beranjak rebah dan telentang di tempat tidur. Aku mengambil nafas dalam-dalam untuk menahan muncratnya spermaku. Aku ikut naik ke tempat tidur dan kutenggelamkan mukaku ke tengah selangkangannya yang mulus putih tiada cela tepat di depan kemaluannya yang merekah merah. Kujulurkan lidahku untuk kemudian dengan meliuk-liuk memainkan kelentitnya, turun ke bawah menjilat sekilas lubang pantatnya. Rita melenguh kegelian dan mulai menaik-turunkan pantatnya yang putih dan gempal.

Kutarik ke atas lidahku dan kujilat langit-langit vaginanya yang mulai basah dan terasa manis dan asin. Kutegangkan lidahku agar terasa seperti penis, terus kutekan lebih dalam menyapu langit-langit vagina Rita. Rita semakin memundur-majukan pinggulnya sehingga lidahku menembus lubang vaginanya semakin dalam. Aku sebenarnya ingat bahwa hasil operasi selaput daranya tempo hari di Singapore bisa jebol lagi, tapi aku tak peduli kalau kenikmatan bersenggama dengan Rita telah memuncak ke ubun-ubunku.

"Paahh... ooghh... wooowww... ooghh.. paahh, terus paahh... enaakkk... paahh lidahnya kayaak kontoooll... "

Goyangan pinggul Rita semakin menggila, aku pun tambah semangat membabi buta memainkan lidah dan mulutku melumat habis vagina dan klitorisnya sampai cairan Rita semakin banyak mengalir. Kuhisap dan kutelan habis cairan vagina Rita yang asin manis itu sehingga lubang vaginanya selalu bersih kemerahan. Rita terus menyodok-nyodokkan vaginanya ke mukaku sehingga lidahku terbenam semakin dalam di lubang vaginanya, sampai mulai terasa pegal rasanya lidahku terus kutegangkan seperti penis.

"Paahh... sudah naik sayaang, Mamah sudah nggak tahan, masukkan penisnya sayang.", Rita menarik tanganku ke atas supaya aku segera menaikkan badanku di atas badannya.

Penisku memang sudah terasa panas dan tegang sekali. Rita tak sabar memegang penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya yang sudah basah karena lendir kemaluan bercampur ludahku. Maka bleeess…

"Ogghh... Paahh... tekan terus sayaang, Mamah udaahh rinduu... oogghh emmgghh... Paah... terus goyaang sayaang.... ooghh..".

Pantat Rita mulai bergerak naik turun dengan liar dan penisku sebentar masuk sebentar keluar dari lubang vaginanya yang menyedot-nyedot lagi. Kunaikkan kaki kanannya dan dengan posisi setengah miring dan posisiku setengan duduk aku sodok vagina Rita dari belakang. Aku semakin bernafsu kalau melihat pantat dan pinggul Rita yang putih. Penisku semakin ganas dan tegang menyodok mantap vaginanya dari belakang.

Rita membalikkan tubuhnya sehingga menungging membelakangiku dan penisku tak kucabut dari vaginanya.

"Paahh.. teruuss dooong, Mamaah nikmaatt... ogghh... teruuusss... sodoook sayaang... ogghh... Paahh.... aaoggghh... uuuggghh..."

Pantatnya semakin menggila mundur maju dan aku pun semakin menggila menyodokkan penisku sampai rasanya mau patah. Memang setiap senggama sama Rita rasanya habis-habisan. Kutumpahkan semua kemampuan dan keperkasaanku untuk membahagiakan Ritaku. Dia pun demikian, tidak ada yang tersisakan kalau kami bersenggama. Harus habis-habisan supaya puas. Keringat kami membanjiri sprei hotel seperti habis mandi.

"Mmaahh... oooghh… teruuusss goyaang... oooggghh.. Maahh... Papaahh mooo keluaarr... gila Maahh... vaginanyaa.. . oooghh... nikmaat... sekalii...". Aku mulai ribut dan Rita melenguh semakin panjang.

Mungkin tamu kamar sebelah mendengar lengkingan dan lenguhan kami. Masa bodoh!

"Pahh... emmghh... oogghh... Paapaahh... adduuuhh.. Paahh... adduuhh... Mamaahh... mmooo kelluuaarr.. . emmggg... addduhh... Paahh aduuhh... Paahh... adduuhh"

Kugenjot terus penisku keluar masuk, vagina Rita yang semakin banjir dengan cairan vaginanya, terus kugenjot penisku sampai pegel aku tak peduli. Keringat kami terus membanjiri sprei.

Kuminta Rita telentang kembali karena dengkulku mulai lemas. Dia tersenyum sambil tetap memejamkan matanya. Oh, cantiknya bidadariku, rasanya ingin kukeluarkan seluruh isi penisku untuknya. Rita baru sadar bahwa hasil operasi selaput daranya mungkin jebol lagi. Rita bilang masa bodoh, yang penting semuanya telah diberikan buat Papah. Biar saja suaminya curiga atau marah atau bahkan kalau mau cerai sekalipun kalau tahu dia nggak perawan lagi. Kali ini kami nggak menunggu waktu ketika Rita sedang tidak subur, karena Rita ingin mengandung anakku dan orang tidak akan curiga karena Rita akan punya suami. Memang kasihan nasib suami Rita nanti, tapi bukan salah kami karena dia merebut cinta kami, ya kan ?

"Cepat pah masukan lagi ach... jangan mikirin orang lain!"

Tuh kan betapa dia nggak ambil peduli tentang hari pernikahannya dan calon suaminya, sebab bagi dia akulah suami sesungguhnya dalam hati sanubarinya. Bleess...

"Ooogghh... Paahh, enaak... Paahh... aaoogghh.. uuhhgg.. uuughh... genjot terus Paah"

Aku tekan penisku sekuat-kuatnya sampai tembus semuanya ke lubang paling dalam vaginanya sampai terasa mentok.

"Ooogghh... mmaahh... nikmaattt... istrikuu... sayaangg... oooggghh... aagghh... eemmgghh..."

Aku setengah berdiri lagi dengan tumpuan kedua dengkulku dan kurenggangkan kedua kaki Rita, kusodokkan terus penisku keluar masuk vaginanya, bleeesss... sreeett... blleeess... sreeet..., vaginanya menimbulkan suara yang semakin memancing gairah kami berdua. Rita memejamkan dan mengigit-gigit bibirnya dan mencakar-cakar punggung dan tanganku ketika mulai meregang.

"Ooooggghh.. . Paappaahh... emmggg... ooggghh... aduuuhh... Mamaah moo keeluuuuarr.. oooghh.. Paahh... teruuuss... saayyaang, keluuaarriiinn barreenng oogghh"

"Hayyyoo... Maahh... oogghh... hayoo... baarr... ooghh... reenng... Maahh... ooooghh", teriakanku tak kalah serunya.

Kami menggelepar, meregang, mengejang bersama-sama, serasa nafasku mau copot dan Rita melenguh panjang sambil merasakan cairan air maniku tertumpah ruah di lubang kemaluannya, terasa nikmat dan hangat katanya. Biasanya sehabis merasakan klimaks yang sangat dahsyat Rita selalu memukul dan mencubit sayang badanku, terus kelelahan mau tidur sehingga terbaring lunglai dengan keringat bercucuran. Aku selalu memeluk dan menciumi keningnya, hidungnya, mulutnya, rambutnya sampai ke pantatnya, biasanya dia menggelinjang dan marah-marah karena geli. Jika Rita sudah terpuaskan dan tertidur, aku rasanya lelaki yang sangat berbahagia di dunia ini.

17 TAHUN 1 >> 17 tahun Cerita Seru Dewasa Panas Seks: Pintu Kedua - 2 Pinggulnya bergerak naik turun mengikuti irama. Aku semakin bersemangat, gerakan tubuh ... Kedua kakinya melebar dan pantatnya diangkat sehingga bibir vagina menengadah menganga lebar membuat penisku leluasa bergerak keluar-masuk. ... memacu tubuh bergerak liar dan tangannya secara otomatis meraih pantaku, meremas, ...17tahun1.blogspot.com/2009/04/pintu-kedua-2.html - Hot Weekend Bersama Sandra - 2 - Printable Version 30 Jul 2009 ... Penis karetnya mulai keluar masuk dengan cepat, sambil bergerak memutar, ... Pantatnya terangkat naik turun dan pinggulnya bergoyang-goyang tak terkontrol. .... Tubuhnya yang sintal semakin liar bergoyang-goyang, ...www.kikil.org/forum/printthread.php?tid=11058 - Mami'ku 2 Facebook Hal ini membuatku semakin mempercepat gerakan penisku naik turun. ... kurasakan gerakan badan dan pantat Mami semakin liar dan semakin cepat, ... Mulai kuayunkan penisku keluar masuk liang senggama Mami dengan cepat, sehingga badan Mami ...mk-mk.facebook.com/topic.php?uid=100280365785... - +18 CERITA SEX 18+ Gerakkan naik turun pantat Mbak Dewi yang diselingi gerakkan meliuk-liuk, semakin lama ... kepalanya maju mundur membuat penis Azis keluar masuk dari mulutnya. ... Tubuhnya terhentak-hentak dan bergerak liar, diiringi teriakkan yang ...kenny88.xtgem.com/cerita/sex14/50a -Cerita Seks Dewasa Hot Ngentot Setelah berada di bawah, pantatnya naik-turun dengan hebatnya. ... karena kami bergerak dengan liar kesana-kemari secara diagonal. ... Pantatku akan bergoyang demikian hebat, penisku cepat sekali keluar-masuk vaginanya. ...ceritasekss.mofuse.mobi/.../links.php?... - Cerita Mesum Hingga seluruh batang penis Azis amblas tertelan lubang vaginanya. Azis mendesah-desah penuh nikmat saat Bu Yuli mulai menggerakkan pantatnya naik turun ...superdownload.wapzan.com/wallpaper/yuli.php - Malapetaka KKN – Terjebak rayuan – 3 Cerita Seks Online Mendengar hal itu Kirno makin liar menggenjot vagina Clara. ... Perlahan Clara mulai menggerakkan pantatnya naik turun membuat penis Pak Jamal yang membenam ... kompak memompa penisnya masing keluar masuk vagina dan lubang pantat Clara. ...www.ceritaseksonline.com/.../malapetaka-kkn-terjebak-rayuan-3/ -

8 komentar:

  1. Balasan