Kugenjot penisku keluar masuk vagina abg nikmat

Sebulan sebelum menikah dia kuajak ke Singapore untuk operasi selaput dara, karena aku tidak ingin Rita-ku bermasalah dengan suaminya pada malam pengantinnya. Kami menginap di sebuah hotel di kawasan Orchard Road yang ramai dan penuh pertokoan selama tiga malam dan satu malam lainnya aku menungguinya di Rumah Sakit Elizabeth yang terkenal dan langsung ditangani oleh dr. Lie Tek Shih, spesialis operasi plastik, kenalan lama saya. Malam sebelum operasi selaput dara, kami menumpahkan seluruh kasih sayang semalam suntuk di hotel bintang empat itu, dan malam itu merupakan malam yang ke 24 (karena Rita rajin mencatat setiap pertemuan kami) kami memadu kasih dan terlarut dalam kebersamaan yang tiada tara sejak yang pertama di "Samudera Beach" Pelabuhan Ratu.

"Papah", Rita bersender manja di dadaku di kamar hotel itu.

"Apa sayang?", jawabku sambil mencium rambutnya yang harum.

"Mamah... Mamah nggak mau kawin dan meninggalkan Papah", rengeknya manja.

"Memangnya kenapa sayang?", jawabku sambil mengusap sayang payudaranya yang putih ranum.

"Mamah nggak cinta sama calon suami pilihan Bapak, lagipula Mamah nggak mau meninggalkan Papah sendirian di Jakarta.". Matanya terlihat mulai berkaca-kaca. "Mamah sangat sayaang sekali sama Papah, Mamah cinta sekali sama Papah, Mamah tak rela tubuh dan segala milik Mamah dijamah dan dimiliki orang lain selain Papah, achh... kenapa Tuhan mempertemukan kita baru sekarang? Setelah Papah punya isteri dan anak?", Rita terus bergumam sambil membelai dadaku dan sesekali mempermainkan puting susuku yang semakin keras.

"Mahh, sudahlah, itu sudah diatur dari sananya begitu, kalau dipikir, Papah pun nggak rela kamu dijamah laki-laki lain, Papah tak kuasa membayangkan bagaimana malam pengantinmu nanti, tapi semuanya sudah akan menjadi kenyataan yang tidak mungkin kita robah."

Aku menciumi seluruh mukanya dengan segenap kasih sayang, seakan kami tidak ingin terpisahkan, air mata kami berlinangan campur menjadi satu dalam kesenduan dan kemesraan yang tak pernah berakhir setiap kali kami memadu kasih.

"Papaahh, nikmatilah Ritamu sepuasmu Pahh, sebelum orang lain menjamah tubuhku."

Rita menarik tanganku ke buah dadanya dan merebahkan badannya ke kasur empuk sebuah double-bed. Aku beringsut mendekatinya, sambil kurebahkan badanku di samping tubuhnya yang putih mulus dan seksi itu. Kuusap-usap penuh mesra dan kasih sayang buah dadanya yang putih ranum dengan putingnya yang merona merah. Kujulurkan mulut dan lidahku ke puting buah dada kirinya yang menurutnya cepat membuat rangsangan birahinya timbul.

"Paahh..., gelliii... sayaang... oooggghh… Paahh, naikin Mamaahh... Paahh..." Matanya merem ayam dan dadanya semakin turun naik.

"Iyyaa, yaanng..."

Aku segera menindihi badannya, dan penisku mulai kembali tegang. Tiba-tiba Rita membalikkan badannya dan mendadak merenggangkan kedua kakiku. Tak sampai satu menit, Rita sudah mengulum penisku yang semakin mengeras dan mengkilat kepalanya sampai batangnya amblas semua ke dalam mulutnya.

"Oogghh… Paahh, sudah assiiinnn… Papah sudah ngiler nih, tapi nikmat kok, Mamah suka"

Aku semakin merem melek. "Ogghh… Mmaahh, geellii… sayaang, nikmaatt… ogghh."

Rita mengenyot biji pelirku dan menggigit-gigit sayang, hingga aku menggelinjang geli dan nikmat. Rita memang pintar, hebat, telaten dan cantik. Aku terkadang tak suka dan tak rela dia nanti ditiduri dan dijamah lelaki lain, walaupun itu suaminya. Aku terpikir untuk menggodanya.

"Mah, apa nanti suamimu juga dijilati begini?"

Rita berhenti melumat dan menjilat penis dan buah pelirku sejenak. Matanya mendelik dan mencubit pantatku keras sekali. "Jangan menyakiti hati Mamah ya Pah, Mamah sumpah nggak akan seperti ini, seperti main sama Papah, meskipun nanti lelaki itu resmi jadi suamiku", Rita iseng mengusap-usap penisku penuh sayang sambil nyerocos lagi. "Percaya deh pah, Rita cuma cinta sama Papah, paling-paling kalau main nanti sama dia sekedar karena kewajiban, biar saja kayak gedebong pisang."

"Benar ya Mah, Papah nggak rela kalau kamu main sama dia dirasain, terus ikut goyang dan melenguh, Papah pasti merasakannya", kataku menimpali.

"Nggak bakal sayang, Mamah hanya manja dan menikmati semua kalau ngewe sama Papah, percaya deh sayang."

Rita kembali naik di atas badanku dan penisku terus diusap-usapnya dan sesekali dikocoknya persis di bagian kepalanya, sehingga langsung tegang dan berdiri perkasa menampakkan otot-ototnya. Rita mengangkat sedikit pantatnya ke atas dan menyelipkan penisku yang semakin perkasa ke lubang kemaluannya yang mulai basah dan licin. Penisku nggak begitu panjang memang, paling sekitar 15 sentimeter, tapi kerasnya seperti besi, dan Rita selalu menikmati klimaks dengan sangat bahagia bahkan bisa berkali-kali klimaks dalam setiap kali berhubungan denganku. Pantatnya mulai bekerja naik turun dan pantatku juga mengimbanginya dengan menekan-nekan ke atas, sehingga Rita semakin merem melek keasyikan.

"Ppaahh, aagggghh... terus teken sayaang... Mamaahh eennnaakk adduuhh Paahh.., oogghh… Mamaahh, cintaa.. yaangg..." Selalu saja Rita nyerocos mulutnya kalau lagi keasyikan vaginanya melumat penisku.

Vaginanya mulai lagi menyedot-nyedot penisku dengan "empot ayamnya" yang tak bisa kulupakan.

"Mmaahh.... ooogghh... aduuhh… Maahh, nikmaat… sayaang.. teruuuss Maahh, goyaanng."

Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kuremas-remas buah dada dan putingnya, hingga dia kegelian dan semakin kencang menaik-turunkan pantatnya, sampai bunyi gesekan penis dan vaginanya semakin terdengar. Rita membalikkan badannya dan membelakangiku tapi dengan posisi tetap di atas tubuhku tanpa mengeluarkan penisku dari kemaluannya. Aku paling bernafsu kalau melihat pantat Rita yang putih mulus dan bahenol turun naik di depan mataku sambil vaginanya terus menghisap-hisap batang penisku sampai amblas semuanya ke dasar kemaluannya. Tiba-tiba…

"Pppaahh, oggghh… Papaahh, Mamahh maooo keluaarr.... ooghh... Papaahh... aa.. aa... aagghh.. aaggghh.. Mamaahh duluaannn Pahh...."

Rita terkulai lemas sambil menyubit keras pantatku dan berbalik kembali menindih tubuhku, sambil memegang penisku yang masih berdiri tegak dan belepotan lendirnya.

"Bandel nih... ayo cepeten masukin lagi, Mamah yang di bawah!" perintahnya manja sambil menciumi wajahku.

Kedua tubuh kami mandi keringat, rasanya puas sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. Aku tersenyum puas, aku memang nggak egois, biar Ritaku dulu yang terkulai lemas menikmati klimaksnya, aku bisa menyusul kemudian dan Rita selalu melayaniku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Kubalikkan tubuhnya, kujilati dan kulumat lendir-lendir di vaginanya, kujilat, kugigit sayang klitoris dan vaginanya, dia menggelinjang kegelian. Kutelan semua lendir Ritaku, sementara itu penisku masih berdiri tegak.

"Cepat masukin penisnya sayang, Mamah mau bobo nih.. lemas, ngantuk", kicaunya.

Setelah kubersihkan vaginanya dengan handuk kecil, kumasukkan lagi penisku, aduh ternyata lubang vaginanya menyempit kering lagi, menambah nikmat terasa di penisku.

"Mmaahh, eennaak... Maahh, oogghh… sempit lagi Maahh..." sambil terus kutekan ke atas dan ke bawah penisku.

Aku sedikit mengangkat badanku tanpa mencabut penisku yang terbenam penuh di vagina Rita, kemudian kaki kanan Rita kuangkat ke atas dan aku duduk setengah badan dengan tumpuan kedua dengkulku. Rita memiringkan sedikit badannya dengan posisi kaki kanannya kuangkat ke atas. Dengan posisi demikian, kusodok terus penisku ke luar dan ke dalam lubang vaginanya yang merah basah. Rita mulai melenguh kembali dan aku semakin bernafsu menusukkan penisku sampai dasar vaginanya.

"Ooggghh… Maahh, ooogghh.. nikmat sekali sayang", lenguhku sambil memejamkan mataku merasakan kenikmatan vagina Rita yang menyut-menyut dan menyedot-nyedot.

"Paahh.. Mamah enaak lagi, ooogghh... Paahh", dia mulai melenguh lagi keenakan.

Aku semakin bersemangat menusukkan penisku yang semakin tegang dan rasanya air maniku sudah naik ke ujung penisku untuk kusemburkan di dalam kemaluan Rita yang hangat membara. Kubalikkan tubuhnya supaya tengkurap dan dengan bertumpu pada kedua dengkulnya aku mau bersenggama dengan doggy style, supaya penisku bisa kutusukkan ke vaginanya dari belakang sambil melihat pinggul dan pantatnya yang putih dan indah. Dalam posisi senggama menungging begitu, aku dan Rita merasakan kenikmatan yang sangat sempurna dan dahsyat. Apalagi aku merasakan lubang vaginanya semakin sempit menjepit batang penisku dan sedotannya semakin menjadi-jadi.

"Paahh... teruuuss genjoott.. Paahh...", Rita mulai mengerang lagi keenakan dan pantatnya semakin mundur maju sehingga lubang vaginanya terlihat jelas melahap semua batang penisku.

Blleesss… shhoottt... bleesss... srooottt… sreett crreeckkk... gesekan penisku dan vaginanya semakin asyik terdengar bercampur lenguhan yang semakin nyaring dari dua anak manusia yang saling dilanda cinta.

"Maahh, ooggghh... adduuuhh… Yaangg... emghh… Papah enaakk… ooghh!" aku tergoncang-goncang dan dengkulku semakin lemas menahan kenikmatan dan nafsuku yang semakin menggelegak.

Sementara itu keringatku semakin bercucuran membasahi kasur meskipun AC cukup dingin di kamar hotel itu.

"Paahh, ooogghh… teruuusss tusuuk Paahh...", Rita merintih-rintih keasyikan, kelihatannya akan klimaks lagi.

Rupanya Rita nggak mau tahu kalau posisi persetubuhan saat itu akan berakhir 2-1 untuk kemenanganku, dan entah akan menghasilkan skor berapa sampai pagi hari nanti, soalnya mumpung ketemu sebelum dia dikawinkan. Rita memintaku untuk telentang lagi dan sementara dia berada jongkok di depanku, sehingga vaginanya yang merah basah sampai ke bulu-bulunya terlihat jelas di depan mataku. Aku memberi kode agar Rita mendekatkan vaginanya ke mukaku. Sesaat kemudian vaginanya sudah ditindihkan di mulutku dan kulumat habis cairan asin bercampur manis yang ada di selangkangan dan mulut vagina dan bulunya. Kujilati habis dan kutelan dalam-dalam. Rita melenguh keasyikan sambil menggoyangkan pinggulnya ke atas ke bawah dan membenamkan vaginanya ke mukaku.

"Paahh, ooghh… Paahh, nikmaatt… yaangg... teruusss… aduuuhh... ooggghh… eemmhh… gilaa... emmhh", mulai ramai lagi dia dengan lenguhannya yang semakin menambah semangatku untuk terus melumat, menjilat, menggigit-gigit kecil kemaluan dan klitorisnya, lidahku terus menggapai-gapai ke dalam kemaluannya dan sesekali menjilat lubang pantatnya, sehingga dia menggeliat dan melenguh keenakan. Lenguhan Rita kalau sedang senggama itu tak bisa kulupakan sampai saat ini.

Ritaku adalah isteriku yang sesungguhnya, meskipun secara resmi tidak dapat dilakukan karena keadaan kami masing-masing. Terkadang kami bingung apakah cinta kasih kami akan terus tanpa akhir sampai takdir memisahkan kami berdua? Rita kembali kuminta telentang, karena sudah kebiasaanku kalau aku klimaks harus melihat wajahnya dan mendengar lenguhannya di depan mataku, dan rasanya semua perasaan cintaku dan spermaku tumpah ruah di dalam vaginanya kalau aku ejakulasi sambil berada di atas tubuhnya yang mulus montok, terkadang sambil meremah buah dadanya yang putih padat.

Kumasukkan lagi segera penisku yang sekeras besi dan berwarna coklat mengkilap itu ke lubang vaginanya. Blleeeessss. aku sudah tak tahan lagi menahan gumpalan spermaku di ujung penisku. Kugenjot penisku keluar masuk vaginanya sampai ke ujung batang penisku, sehingga rambut kemaluan kami terasa bergesekan membuat semakin geli dan nikmat rasanya. Kuangkat kaki kanan Rita ke atas, sehingga aku semakin mudah dan bernafsu memajumundurkan pinggulku dan penisku, Rita meringis dan melenguh keenakan.

"Paahh... teruuss Paahh... oogghh… penis Papah eaakk... ooggghh… eeemmhh... emmhh... aduuuhh."

Keringat kami semakin bercucuran membasahi sprei, masa bodoh sudah bayar mahal ini. Aku semakin bernafsu menyodok dan menarik batang penisku dari vagina Rita yang semakin licin tapi tetap sempit seperti perawan.

"Oooggghh... Maahh... ooggghh... Maahh... ikut goyang dong Sayaang... oooghh... Papaahh maauu keluuuaarr...", aku semakin gila saja dibuatnya, keringat semakin bercucuran, nikmat dan nikmat sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang.

Air maniku rasanya tinggal menunggu komando saja untuk disemprotkan habis-habisan ke lubang vagina Rita.

"Paahh, aduuuhh… bareng yuuu.. Paahh... Mamah mmoo keluaarr lagi", Rita minta aku menindihnya dan menciumnya.

Segera kutimpa dia dari atas sambil melumat mulut, bibir dan lidahnya.

"Ooogghh... yuu... baraeeng.. Paahh... aiiaaogghh.. . aduhh.. yuu… Maahh.. Paahh..."

Badan kami saling meregang, berpelukan erat seakan tak mau lepas lagi. Air maniku kusemprotkan dalam-dalam ke lubang vagina Rita, rasanya nggak ada lagi tersisa. Kami terkulai lemas dalam pelukan hangat dan puas sekali. Sesekali penisku kutusukan ke dalam vaginanya, Rita menggelinjang geli dan melenguh.

"Paahh... udaahh... Mamahh geli...", matanya terpejam puas.

Kuciumi dia, kubersihkan lagi vaginanya dengan jilatan lidah dan mulutku, ketimbang pakai handuk. Vaginanya tetap harum, manis dan wangi laksana melati.

Cerita panas terbaru: nikmatnya empot kemaluan sekertarisku Kugenjot terus penisku keluar masuk lubang kemaluannya sambil kuremas-remas pinggulnya yang mulus dan ... Dan bbbleess… oh nikmat sekali rasanya vagina perawanku tercinta ini. ... Bokep Abg smu ngentot nungging dengan tukang kebun. ...ceritapanasterbaru.blogspot.com/.../nikmatnya-empot-kemaluan-sekertarisku.html -Kugenjot Kugenjot terus kemaluanku, dan aku merasakan nikmatnya jepitan vagina Nia yang sangat sempit itu. Penisku kurasakan ... Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. ...leenbeurs.com/Kugenjot - gadis bandung bugil « CERITA SENSUAL
Tags: abg bandung, cerita gadis, cerita hot, cerita jorok, cerita porno, ... keras menegang siap melumat lubang nikmat itu, Kak Rina menunggu dengan tak sabar. ... Kutekan dan kugenjot terus penisku keras-keras ke dalam memeknya. .... Aku tak peduli dengan ocehannya.., kugerakkan penisku keluar masuk memeknya, ...ceritasensual.wordpress.com/category/gadis-bandung-bugil/ - \ABG tetangga - Artis Bugil
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. .... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. TAMAT http://siezhien.wen.ru.artisxxx.xtgem.com/IlIIllIlIl/cerita6/19.txt -\ABG Tetangga - CERITA SEX 18+
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. .... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. ...kenny88.hexat.com/cerita5/10 17 tahun communityさん「ABG Tetangga」 Facebook
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong .... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. 約4ヶ月前に更新 ...ja-jp.facebook.com/note.php?note_id=81219933647 Memerawani Abg Tetangga - Forumkami
... penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. ... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya.Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. bokep is offline ...www.forumkami.com/.../3579-memerawani-abg-tetangga.html

6 komentar:

  1. DULUNYA SAYA TIDAK PERCAYA YANG NAMANYA PERAMAL TOGEL,TAPI SEKARANG SAYA PERCAYA AKAN ADANYA PERAMAL TOGEL,KARNA SAYA SUDAH BUKTIKAN BAHWA TERNYATA ANKA RITUAL,AKI-MINTANG YANG DIBERIKAN KEPADA SAYA BENAR-BENAR JEBOL DAN SAYA MENANG UANG TUNAI SEBANYAK 200JUTAL,DAN AKHIRNYA DIBULAN INI SAYA SUDAH BISA MEMBAYAR HUTANG SAYA 50JT,DAN 150JT,SAYA JADIKAN MODAL MENGUSAHA RESTORAN,JADI BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI SAYA,HUBUNGI AKI-MINTANG DI NOMOR [085 242 379 777].

    BalasHapus