penisku keluar masuk Pantat naik turun dengan liar

Pada suatu sore, Rita meneleponku minta diantarkan untuk mengukur gaun pengantinnya di sebuah rumah mode langganannya di kawasan Slipi. Kebetulan aku sedang agak rindu pada dia. Kujemput dia di sebuah toko di Blok M selanjutnya kami meluncur ke arah Semanggi untuk menuju ke Slipi. Di mobil dia agak diam, tidak seperti biasanya.

"Rit, kok tumben nggak bersuara?", kataku memecah hening.

Dia menatap mukaku perlahan, tetap tanpa senyum. Air matanya terlihat samar di pelupuk matanya.

"Mah, kenapa sayang? Kok kelihatannya bersedih", kataku sekali lagi.

Dia tetap menunduk dan air matanya mulai meluncur menetes di tanganku yang sedang mengelus mukanya.

"Bertambah dekat hari pernikahanku, aku bertambah sedih Pah", ujarnya. "Mamah membayangkan malam pengantin yang sama sekali tidak Mamah harapkan terjadi dengan lelaki lain. Sayang sekali kamu sudah milik orang lain. Kenapa kita baru dipertemukan sekarang?", Rita berceloteh setengah bergumam.

Aku merasa iba, sekaligus juga mengasihani diriku yang tidak mampu berbuat banyak untuk membahagiakannya. Kugenggam tangannya erat-erat seolah tak ingin terlepaskan. Tanpa terasa, mobilku sudah memasuki pekarangan rumah mode yang ditunjukan Rita. Hampir setengah jam aku menunggu di mobil sambil tiduran, mesin dan pendingin mobilku sengaja tak kumatikan. Laser disk dengan lagu "Love will lead you back" mengalun sayup menambah suasana sendu yang menyelimuti perasaanku. Aku dikejutkan Rita yang masuk mobil dan membanting pintunya. Setelah berada di jalan raya kutanya dia mau ke mana lagi dan dia menjawab terserahku. Kuarahkan mobilku kembali ke jembatan Semanggi dan belok kiri ke jalan Jenderal Sudirman dan masuk ke Hotel Sahid. Sementara aku mengurus check-in di Reception Desk, Rita menungguku di lobby hotel. Kemudian kami naik lift menuju kamar hotel di lantai dua.

"Pah, Mamah serahkan segalanya untukmu, Mamah khawatir sebentar lagi Mamah dipingit, nggak boleh keluar sendirian lagi, maklum tradisi kuno kejawen masih ketat."

Tanpa malu-malu lagi karena kami memang sudah seperti suami isteri, dia membuka satu-persatu pakaian yang melekat di badannya sehingga kemontokan tubuhnya yang tak bisa kulupakan terlihat jelas di hadapanku. Tanpa malu-malu pula dia mulai memelorotkan celana panjang sampai celana dalamku, sehingga batang penisku yang masih tiduran terbangun. Tanpa menungguku membuka baju dan kaus singlet, Rita sudah membenamkan batang penisku ke mulutnya dan melumatnya dalam-dalam. Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa dan batang penisku mulai mengembang besar dan keras seperti besi.

"Ogghh... Maahh... isep terus yang… oooghh… aduuuuhh... gelli", aku mulai melenguh nikmat dan Rita semakin cepat mengulum penisku dengan memaju-mundurkan mulutnya, penisku semakin terasa menegang dan aliran darah terasa panas di batang penisku dan Rita semakin semangat melumat habis batang penisku.

"Oggghh… Paahh, enaakkk asiiin.. Paahh."

Wah, batang penisku makin terasa senut-senut dan tegang sekali rasanya cairan spermaku sudah berkumpul di ujung kepala penisku yang semakin merah mengkilat dikulum habis Rita. Aku minta Rita menghentikan hisapannya dulu, kalau tidak rasanya spermaku sudah mau muncrat di mulutnya.

"Ooogghh… Maahh, sudah dulu doong, Papaahh moo... keluaar!"

Rita menuruti eranganku dan beranjak rebah dan telentang di tempat tidur. Aku mengambil nafas dalam-dalam untuk menahan muncratnya spermaku. Aku ikut naik ke tempat tidur dan kutenggelamkan mukaku ke tengah selangkangannya yang mulus putih tiada cela tepat di depan kemaluannya yang merekah merah. Kujulurkan lidahku untuk kemudian dengan meliuk-liuk memainkan kelentitnya, turun ke bawah menjilat sekilas lubang pantatnya. Rita melenguh kegelian dan mulai menaik-turunkan pantatnya yang putih dan gempal.

Kutarik ke atas lidahku dan kujilat langit-langit vaginanya yang mulai basah dan terasa manis dan asin. Kutegangkan lidahku agar terasa seperti penis, terus kutekan lebih dalam menyapu langit-langit vagina Rita. Rita semakin memundur-majukan pinggulnya sehingga lidahku menembus lubang vaginanya semakin dalam. Aku sebenarnya ingat bahwa hasil operasi selaput daranya tempo hari di Singapore bisa jebol lagi, tapi aku tak peduli kalau kenikmatan bersenggama dengan Rita telah memuncak ke ubun-ubunku.

"Paahh... ooghh... wooowww... ooghh.. paahh, terus paahh... enaakkk... paahh lidahnya kayaak kontoooll... "

Goyangan pinggul Rita semakin menggila, aku pun tambah semangat membabi buta memainkan lidah dan mulutku melumat habis vagina dan klitorisnya sampai cairan Rita semakin banyak mengalir. Kuhisap dan kutelan habis cairan vagina Rita yang asin manis itu sehingga lubang vaginanya selalu bersih kemerahan. Rita terus menyodok-nyodokkan vaginanya ke mukaku sehingga lidahku terbenam semakin dalam di lubang vaginanya, sampai mulai terasa pegal rasanya lidahku terus kutegangkan seperti penis.

"Paahh... sudah naik sayaang, Mamah sudah nggak tahan, masukkan penisnya sayang.", Rita menarik tanganku ke atas supaya aku segera menaikkan badanku di atas badannya.

Penisku memang sudah terasa panas dan tegang sekali. Rita tak sabar memegang penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya yang sudah basah karena lendir kemaluan bercampur ludahku. Maka bleeess…

"Ogghh... Paahh... tekan terus sayaang, Mamah udaahh rinduu... oogghh emmgghh... Paah... terus goyaang sayaang.... ooghh..".

Pantat Rita mulai bergerak naik turun dengan liar dan penisku sebentar masuk sebentar keluar dari lubang vaginanya yang menyedot-nyedot lagi. Kunaikkan kaki kanannya dan dengan posisi setengah miring dan posisiku setengan duduk aku sodok vagina Rita dari belakang. Aku semakin bernafsu kalau melihat pantat dan pinggul Rita yang putih. Penisku semakin ganas dan tegang menyodok mantap vaginanya dari belakang.

Rita membalikkan tubuhnya sehingga menungging membelakangiku dan penisku tak kucabut dari vaginanya.

"Paahh.. teruuss dooong, Mamaah nikmaatt... ogghh... teruuusss... sodoook sayaang... ogghh... Paahh.... aaoggghh... uuuggghh..."

Pantatnya semakin menggila mundur maju dan aku pun semakin menggila menyodokkan penisku sampai rasanya mau patah. Memang setiap senggama sama Rita rasanya habis-habisan. Kutumpahkan semua kemampuan dan keperkasaanku untuk membahagiakan Ritaku. Dia pun demikian, tidak ada yang tersisakan kalau kami bersenggama. Harus habis-habisan supaya puas. Keringat kami membanjiri sprei hotel seperti habis mandi.

"Mmaahh... oooghh… teruuusss goyaang... oooggghh.. Maahh... Papaahh mooo keluaarr... gila Maahh... vaginanyaa.. . oooghh... nikmaat... sekalii...". Aku mulai ribut dan Rita melenguh semakin panjang.

Mungkin tamu kamar sebelah mendengar lengkingan dan lenguhan kami. Masa bodoh!

"Pahh... emmghh... oogghh... Paapaahh... adduuuhh.. Paahh... adduuhh... Mamaahh... mmooo kelluuaarr.. . emmggg... addduhh... Paahh aduuhh... Paahh... adduuhh"

Kugenjot terus penisku keluar masuk, vagina Rita yang semakin banjir dengan cairan vaginanya, terus kugenjot penisku sampai pegel aku tak peduli. Keringat kami terus membanjiri sprei.

Kuminta Rita telentang kembali karena dengkulku mulai lemas. Dia tersenyum sambil tetap memejamkan matanya. Oh, cantiknya bidadariku, rasanya ingin kukeluarkan seluruh isi penisku untuknya. Rita baru sadar bahwa hasil operasi selaput daranya mungkin jebol lagi. Rita bilang masa bodoh, yang penting semuanya telah diberikan buat Papah. Biar saja suaminya curiga atau marah atau bahkan kalau mau cerai sekalipun kalau tahu dia nggak perawan lagi. Kali ini kami nggak menunggu waktu ketika Rita sedang tidak subur, karena Rita ingin mengandung anakku dan orang tidak akan curiga karena Rita akan punya suami. Memang kasihan nasib suami Rita nanti, tapi bukan salah kami karena dia merebut cinta kami, ya kan ?

"Cepat pah masukan lagi ach... jangan mikirin orang lain!"

Tuh kan betapa dia nggak ambil peduli tentang hari pernikahannya dan calon suaminya, sebab bagi dia akulah suami sesungguhnya dalam hati sanubarinya. Bleess...

"Ooogghh... Paahh, enaak... Paahh... aaoogghh.. uuhhgg.. uuughh... genjot terus Paah"

Aku tekan penisku sekuat-kuatnya sampai tembus semuanya ke lubang paling dalam vaginanya sampai terasa mentok.

"Ooogghh... mmaahh... nikmaattt... istrikuu... sayaangg... oooggghh... aagghh... eemmgghh..."

Aku setengah berdiri lagi dengan tumpuan kedua dengkulku dan kurenggangkan kedua kaki Rita, kusodokkan terus penisku keluar masuk vaginanya, bleeesss... sreeett... blleeess... sreeet..., vaginanya menimbulkan suara yang semakin memancing gairah kami berdua. Rita memejamkan dan mengigit-gigit bibirnya dan mencakar-cakar punggung dan tanganku ketika mulai meregang.

"Ooooggghh.. . Paappaahh... emmggg... ooggghh... aduuuhh... Mamaah moo keeluuuuarr.. oooghh.. Paahh... teruuuss... saayyaang, keluuaarriiinn barreenng oogghh"

"Hayyyoo... Maahh... oogghh... hayoo... baarr... ooghh... reenng... Maahh... ooooghh", teriakanku tak kalah serunya.

Kami menggelepar, meregang, mengejang bersama-sama, serasa nafasku mau copot dan Rita melenguh panjang sambil merasakan cairan air maniku tertumpah ruah di lubang kemaluannya, terasa nikmat dan hangat katanya. Biasanya sehabis merasakan klimaks yang sangat dahsyat Rita selalu memukul dan mencubit sayang badanku, terus kelelahan mau tidur sehingga terbaring lunglai dengan keringat bercucuran. Aku selalu memeluk dan menciumi keningnya, hidungnya, mulutnya, rambutnya sampai ke pantatnya, biasanya dia menggelinjang dan marah-marah karena geli. Jika Rita sudah terpuaskan dan tertidur, aku rasanya lelaki yang sangat berbahagia di dunia ini.

17 TAHUN 1 >> 17 tahun Cerita Seru Dewasa Panas Seks: Pintu Kedua - 2 Pinggulnya bergerak naik turun mengikuti irama. Aku semakin bersemangat, gerakan tubuh ... Kedua kakinya melebar dan pantatnya diangkat sehingga bibir vagina menengadah menganga lebar membuat penisku leluasa bergerak keluar-masuk. ... memacu tubuh bergerak liar dan tangannya secara otomatis meraih pantaku, meremas, ...17tahun1.blogspot.com/2009/04/pintu-kedua-2.html - Hot Weekend Bersama Sandra - 2 - Printable Version 30 Jul 2009 ... Penis karetnya mulai keluar masuk dengan cepat, sambil bergerak memutar, ... Pantatnya terangkat naik turun dan pinggulnya bergoyang-goyang tak terkontrol. .... Tubuhnya yang sintal semakin liar bergoyang-goyang, ...www.kikil.org/forum/printthread.php?tid=11058 - Mami'ku 2 Facebook Hal ini membuatku semakin mempercepat gerakan penisku naik turun. ... kurasakan gerakan badan dan pantat Mami semakin liar dan semakin cepat, ... Mulai kuayunkan penisku keluar masuk liang senggama Mami dengan cepat, sehingga badan Mami ...mk-mk.facebook.com/topic.php?uid=100280365785... - +18 CERITA SEX 18+ Gerakkan naik turun pantat Mbak Dewi yang diselingi gerakkan meliuk-liuk, semakin lama ... kepalanya maju mundur membuat penis Azis keluar masuk dari mulutnya. ... Tubuhnya terhentak-hentak dan bergerak liar, diiringi teriakkan yang ...kenny88.xtgem.com/cerita/sex14/50a -Cerita Seks Dewasa Hot Ngentot Setelah berada di bawah, pantatnya naik-turun dengan hebatnya. ... karena kami bergerak dengan liar kesana-kemari secara diagonal. ... Pantatku akan bergoyang demikian hebat, penisku cepat sekali keluar-masuk vaginanya. ...ceritasekss.mofuse.mobi/.../links.php?... - Cerita Mesum Hingga seluruh batang penis Azis amblas tertelan lubang vaginanya. Azis mendesah-desah penuh nikmat saat Bu Yuli mulai menggerakkan pantatnya naik turun ...superdownload.wapzan.com/wallpaper/yuli.php - Malapetaka KKN – Terjebak rayuan – 3 Cerita Seks Online Mendengar hal itu Kirno makin liar menggenjot vagina Clara. ... Perlahan Clara mulai menggerakkan pantatnya naik turun membuat penis Pak Jamal yang membenam ... kompak memompa penisnya masing keluar masuk vagina dan lubang pantat Clara. ...www.ceritaseksonline.com/.../malapetaka-kkn-terjebak-rayuan-3/ -

Kugenjot penisku keluar masuk vagina abg nikmat

Sebulan sebelum menikah dia kuajak ke Singapore untuk operasi selaput dara, karena aku tidak ingin Rita-ku bermasalah dengan suaminya pada malam pengantinnya. Kami menginap di sebuah hotel di kawasan Orchard Road yang ramai dan penuh pertokoan selama tiga malam dan satu malam lainnya aku menungguinya di Rumah Sakit Elizabeth yang terkenal dan langsung ditangani oleh dr. Lie Tek Shih, spesialis operasi plastik, kenalan lama saya. Malam sebelum operasi selaput dara, kami menumpahkan seluruh kasih sayang semalam suntuk di hotel bintang empat itu, dan malam itu merupakan malam yang ke 24 (karena Rita rajin mencatat setiap pertemuan kami) kami memadu kasih dan terlarut dalam kebersamaan yang tiada tara sejak yang pertama di "Samudera Beach" Pelabuhan Ratu.

"Papah", Rita bersender manja di dadaku di kamar hotel itu.

"Apa sayang?", jawabku sambil mencium rambutnya yang harum.

"Mamah... Mamah nggak mau kawin dan meninggalkan Papah", rengeknya manja.

"Memangnya kenapa sayang?", jawabku sambil mengusap sayang payudaranya yang putih ranum.

"Mamah nggak cinta sama calon suami pilihan Bapak, lagipula Mamah nggak mau meninggalkan Papah sendirian di Jakarta.". Matanya terlihat mulai berkaca-kaca. "Mamah sangat sayaang sekali sama Papah, Mamah cinta sekali sama Papah, Mamah tak rela tubuh dan segala milik Mamah dijamah dan dimiliki orang lain selain Papah, achh... kenapa Tuhan mempertemukan kita baru sekarang? Setelah Papah punya isteri dan anak?", Rita terus bergumam sambil membelai dadaku dan sesekali mempermainkan puting susuku yang semakin keras.

"Mahh, sudahlah, itu sudah diatur dari sananya begitu, kalau dipikir, Papah pun nggak rela kamu dijamah laki-laki lain, Papah tak kuasa membayangkan bagaimana malam pengantinmu nanti, tapi semuanya sudah akan menjadi kenyataan yang tidak mungkin kita robah."

Aku menciumi seluruh mukanya dengan segenap kasih sayang, seakan kami tidak ingin terpisahkan, air mata kami berlinangan campur menjadi satu dalam kesenduan dan kemesraan yang tak pernah berakhir setiap kali kami memadu kasih.

"Papaahh, nikmatilah Ritamu sepuasmu Pahh, sebelum orang lain menjamah tubuhku."

Rita menarik tanganku ke buah dadanya dan merebahkan badannya ke kasur empuk sebuah double-bed. Aku beringsut mendekatinya, sambil kurebahkan badanku di samping tubuhnya yang putih mulus dan seksi itu. Kuusap-usap penuh mesra dan kasih sayang buah dadanya yang putih ranum dengan putingnya yang merona merah. Kujulurkan mulut dan lidahku ke puting buah dada kirinya yang menurutnya cepat membuat rangsangan birahinya timbul.

"Paahh..., gelliii... sayaang... oooggghh… Paahh, naikin Mamaahh... Paahh..." Matanya merem ayam dan dadanya semakin turun naik.

"Iyyaa, yaanng..."

Aku segera menindihi badannya, dan penisku mulai kembali tegang. Tiba-tiba Rita membalikkan badannya dan mendadak merenggangkan kedua kakiku. Tak sampai satu menit, Rita sudah mengulum penisku yang semakin mengeras dan mengkilat kepalanya sampai batangnya amblas semua ke dalam mulutnya.

"Oogghh… Paahh, sudah assiiinnn… Papah sudah ngiler nih, tapi nikmat kok, Mamah suka"

Aku semakin merem melek. "Ogghh… Mmaahh, geellii… sayaang, nikmaatt… ogghh."

Rita mengenyot biji pelirku dan menggigit-gigit sayang, hingga aku menggelinjang geli dan nikmat. Rita memang pintar, hebat, telaten dan cantik. Aku terkadang tak suka dan tak rela dia nanti ditiduri dan dijamah lelaki lain, walaupun itu suaminya. Aku terpikir untuk menggodanya.

"Mah, apa nanti suamimu juga dijilati begini?"

Rita berhenti melumat dan menjilat penis dan buah pelirku sejenak. Matanya mendelik dan mencubit pantatku keras sekali. "Jangan menyakiti hati Mamah ya Pah, Mamah sumpah nggak akan seperti ini, seperti main sama Papah, meskipun nanti lelaki itu resmi jadi suamiku", Rita iseng mengusap-usap penisku penuh sayang sambil nyerocos lagi. "Percaya deh pah, Rita cuma cinta sama Papah, paling-paling kalau main nanti sama dia sekedar karena kewajiban, biar saja kayak gedebong pisang."

"Benar ya Mah, Papah nggak rela kalau kamu main sama dia dirasain, terus ikut goyang dan melenguh, Papah pasti merasakannya", kataku menimpali.

"Nggak bakal sayang, Mamah hanya manja dan menikmati semua kalau ngewe sama Papah, percaya deh sayang."

Rita kembali naik di atas badanku dan penisku terus diusap-usapnya dan sesekali dikocoknya persis di bagian kepalanya, sehingga langsung tegang dan berdiri perkasa menampakkan otot-ototnya. Rita mengangkat sedikit pantatnya ke atas dan menyelipkan penisku yang semakin perkasa ke lubang kemaluannya yang mulai basah dan licin. Penisku nggak begitu panjang memang, paling sekitar 15 sentimeter, tapi kerasnya seperti besi, dan Rita selalu menikmati klimaks dengan sangat bahagia bahkan bisa berkali-kali klimaks dalam setiap kali berhubungan denganku. Pantatnya mulai bekerja naik turun dan pantatku juga mengimbanginya dengan menekan-nekan ke atas, sehingga Rita semakin merem melek keasyikan.

"Ppaahh, aagggghh... terus teken sayaang... Mamaahh eennnaakk adduuhh Paahh.., oogghh… Mamaahh, cintaa.. yaangg..." Selalu saja Rita nyerocos mulutnya kalau lagi keasyikan vaginanya melumat penisku.

Vaginanya mulai lagi menyedot-nyedot penisku dengan "empot ayamnya" yang tak bisa kulupakan.

"Mmaahh.... ooogghh... aduuhh… Maahh, nikmaat… sayaang.. teruuuss Maahh, goyaanng."

Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kuremas-remas buah dada dan putingnya, hingga dia kegelian dan semakin kencang menaik-turunkan pantatnya, sampai bunyi gesekan penis dan vaginanya semakin terdengar. Rita membalikkan badannya dan membelakangiku tapi dengan posisi tetap di atas tubuhku tanpa mengeluarkan penisku dari kemaluannya. Aku paling bernafsu kalau melihat pantat Rita yang putih mulus dan bahenol turun naik di depan mataku sambil vaginanya terus menghisap-hisap batang penisku sampai amblas semuanya ke dasar kemaluannya. Tiba-tiba…

"Pppaahh, oggghh… Papaahh, Mamahh maooo keluaarr.... ooghh... Papaahh... aa.. aa... aagghh.. aaggghh.. Mamaahh duluaannn Pahh...."

Rita terkulai lemas sambil menyubit keras pantatku dan berbalik kembali menindih tubuhku, sambil memegang penisku yang masih berdiri tegak dan belepotan lendirnya.

"Bandel nih... ayo cepeten masukin lagi, Mamah yang di bawah!" perintahnya manja sambil menciumi wajahku.

Kedua tubuh kami mandi keringat, rasanya puas sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. Aku tersenyum puas, aku memang nggak egois, biar Ritaku dulu yang terkulai lemas menikmati klimaksnya, aku bisa menyusul kemudian dan Rita selalu melayaniku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Kubalikkan tubuhnya, kujilati dan kulumat lendir-lendir di vaginanya, kujilat, kugigit sayang klitoris dan vaginanya, dia menggelinjang kegelian. Kutelan semua lendir Ritaku, sementara itu penisku masih berdiri tegak.

"Cepat masukin penisnya sayang, Mamah mau bobo nih.. lemas, ngantuk", kicaunya.

Setelah kubersihkan vaginanya dengan handuk kecil, kumasukkan lagi penisku, aduh ternyata lubang vaginanya menyempit kering lagi, menambah nikmat terasa di penisku.

"Mmaahh, eennaak... Maahh, oogghh… sempit lagi Maahh..." sambil terus kutekan ke atas dan ke bawah penisku.

Aku sedikit mengangkat badanku tanpa mencabut penisku yang terbenam penuh di vagina Rita, kemudian kaki kanan Rita kuangkat ke atas dan aku duduk setengah badan dengan tumpuan kedua dengkulku. Rita memiringkan sedikit badannya dengan posisi kaki kanannya kuangkat ke atas. Dengan posisi demikian, kusodok terus penisku ke luar dan ke dalam lubang vaginanya yang merah basah. Rita mulai melenguh kembali dan aku semakin bernafsu menusukkan penisku sampai dasar vaginanya.

"Ooggghh… Maahh, ooogghh.. nikmat sekali sayang", lenguhku sambil memejamkan mataku merasakan kenikmatan vagina Rita yang menyut-menyut dan menyedot-nyedot.

"Paahh.. Mamah enaak lagi, ooogghh... Paahh", dia mulai melenguh lagi keenakan.

Aku semakin bersemangat menusukkan penisku yang semakin tegang dan rasanya air maniku sudah naik ke ujung penisku untuk kusemburkan di dalam kemaluan Rita yang hangat membara. Kubalikkan tubuhnya supaya tengkurap dan dengan bertumpu pada kedua dengkulnya aku mau bersenggama dengan doggy style, supaya penisku bisa kutusukkan ke vaginanya dari belakang sambil melihat pinggul dan pantatnya yang putih dan indah. Dalam posisi senggama menungging begitu, aku dan Rita merasakan kenikmatan yang sangat sempurna dan dahsyat. Apalagi aku merasakan lubang vaginanya semakin sempit menjepit batang penisku dan sedotannya semakin menjadi-jadi.

"Paahh... teruuuss genjoott.. Paahh...", Rita mulai mengerang lagi keenakan dan pantatnya semakin mundur maju sehingga lubang vaginanya terlihat jelas melahap semua batang penisku.

Blleesss… shhoottt... bleesss... srooottt… sreett crreeckkk... gesekan penisku dan vaginanya semakin asyik terdengar bercampur lenguhan yang semakin nyaring dari dua anak manusia yang saling dilanda cinta.

"Maahh, ooggghh... adduuuhh… Yaangg... emghh… Papah enaakk… ooghh!" aku tergoncang-goncang dan dengkulku semakin lemas menahan kenikmatan dan nafsuku yang semakin menggelegak.

Sementara itu keringatku semakin bercucuran membasahi kasur meskipun AC cukup dingin di kamar hotel itu.

"Paahh, ooogghh… teruuusss tusuuk Paahh...", Rita merintih-rintih keasyikan, kelihatannya akan klimaks lagi.

Rupanya Rita nggak mau tahu kalau posisi persetubuhan saat itu akan berakhir 2-1 untuk kemenanganku, dan entah akan menghasilkan skor berapa sampai pagi hari nanti, soalnya mumpung ketemu sebelum dia dikawinkan. Rita memintaku untuk telentang lagi dan sementara dia berada jongkok di depanku, sehingga vaginanya yang merah basah sampai ke bulu-bulunya terlihat jelas di depan mataku. Aku memberi kode agar Rita mendekatkan vaginanya ke mukaku. Sesaat kemudian vaginanya sudah ditindihkan di mulutku dan kulumat habis cairan asin bercampur manis yang ada di selangkangan dan mulut vagina dan bulunya. Kujilati habis dan kutelan dalam-dalam. Rita melenguh keasyikan sambil menggoyangkan pinggulnya ke atas ke bawah dan membenamkan vaginanya ke mukaku.

"Paahh, ooghh… Paahh, nikmaatt… yaangg... teruusss… aduuuhh... ooggghh… eemmhh… gilaa... emmhh", mulai ramai lagi dia dengan lenguhannya yang semakin menambah semangatku untuk terus melumat, menjilat, menggigit-gigit kecil kemaluan dan klitorisnya, lidahku terus menggapai-gapai ke dalam kemaluannya dan sesekali menjilat lubang pantatnya, sehingga dia menggeliat dan melenguh keenakan. Lenguhan Rita kalau sedang senggama itu tak bisa kulupakan sampai saat ini.

Ritaku adalah isteriku yang sesungguhnya, meskipun secara resmi tidak dapat dilakukan karena keadaan kami masing-masing. Terkadang kami bingung apakah cinta kasih kami akan terus tanpa akhir sampai takdir memisahkan kami berdua? Rita kembali kuminta telentang, karena sudah kebiasaanku kalau aku klimaks harus melihat wajahnya dan mendengar lenguhannya di depan mataku, dan rasanya semua perasaan cintaku dan spermaku tumpah ruah di dalam vaginanya kalau aku ejakulasi sambil berada di atas tubuhnya yang mulus montok, terkadang sambil meremah buah dadanya yang putih padat.

Kumasukkan lagi segera penisku yang sekeras besi dan berwarna coklat mengkilap itu ke lubang vaginanya. Blleeeessss. aku sudah tak tahan lagi menahan gumpalan spermaku di ujung penisku. Kugenjot penisku keluar masuk vaginanya sampai ke ujung batang penisku, sehingga rambut kemaluan kami terasa bergesekan membuat semakin geli dan nikmat rasanya. Kuangkat kaki kanan Rita ke atas, sehingga aku semakin mudah dan bernafsu memajumundurkan pinggulku dan penisku, Rita meringis dan melenguh keenakan.

"Paahh... teruuss Paahh... oogghh… penis Papah eaakk... ooggghh… eeemmhh... emmhh... aduuuhh."

Keringat kami semakin bercucuran membasahi sprei, masa bodoh sudah bayar mahal ini. Aku semakin bernafsu menyodok dan menarik batang penisku dari vagina Rita yang semakin licin tapi tetap sempit seperti perawan.

"Oooggghh... Maahh... ooggghh... Maahh... ikut goyang dong Sayaang... oooghh... Papaahh maauu keluuuaarr...", aku semakin gila saja dibuatnya, keringat semakin bercucuran, nikmat dan nikmat sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang.

Air maniku rasanya tinggal menunggu komando saja untuk disemprotkan habis-habisan ke lubang vagina Rita.

"Paahh, aduuuhh… bareng yuuu.. Paahh... Mamah mmoo keluaarr lagi", Rita minta aku menindihnya dan menciumnya.

Segera kutimpa dia dari atas sambil melumat mulut, bibir dan lidahnya.

"Ooogghh... yuu... baraeeng.. Paahh... aiiaaogghh.. . aduhh.. yuu… Maahh.. Paahh..."

Badan kami saling meregang, berpelukan erat seakan tak mau lepas lagi. Air maniku kusemprotkan dalam-dalam ke lubang vagina Rita, rasanya nggak ada lagi tersisa. Kami terkulai lemas dalam pelukan hangat dan puas sekali. Sesekali penisku kutusukan ke dalam vaginanya, Rita menggelinjang geli dan melenguh.

"Paahh... udaahh... Mamahh geli...", matanya terpejam puas.

Kuciumi dia, kubersihkan lagi vaginanya dengan jilatan lidah dan mulutku, ketimbang pakai handuk. Vaginanya tetap harum, manis dan wangi laksana melati.

Cerita panas terbaru: nikmatnya empot kemaluan sekertarisku Kugenjot terus penisku keluar masuk lubang kemaluannya sambil kuremas-remas pinggulnya yang mulus dan ... Dan bbbleess… oh nikmat sekali rasanya vagina perawanku tercinta ini. ... Bokep Abg smu ngentot nungging dengan tukang kebun. ...ceritapanasterbaru.blogspot.com/.../nikmatnya-empot-kemaluan-sekertarisku.html -Kugenjot Kugenjot terus kemaluanku, dan aku merasakan nikmatnya jepitan vagina Nia yang sangat sempit itu. Penisku kurasakan ... Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. ...leenbeurs.com/Kugenjot - gadis bandung bugil « CERITA SENSUAL
Tags: abg bandung, cerita gadis, cerita hot, cerita jorok, cerita porno, ... keras menegang siap melumat lubang nikmat itu, Kak Rina menunggu dengan tak sabar. ... Kutekan dan kugenjot terus penisku keras-keras ke dalam memeknya. .... Aku tak peduli dengan ocehannya.., kugerakkan penisku keluar masuk memeknya, ...ceritasensual.wordpress.com/category/gadis-bandung-bugil/ - \ABG tetangga - Artis Bugil
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. .... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. TAMAT http://siezhien.wen.ru.artisxxx.xtgem.com/IlIIllIlIl/cerita6/19.txt -\ABG Tetangga - CERITA SEX 18+
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. .... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. ...kenny88.hexat.com/cerita5/10 17 tahun communityさん「ABG Tetangga」 Facebook
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong .... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. 約4ヶ月前に更新 ...ja-jp.facebook.com/note.php?note_id=81219933647 Memerawani Abg Tetangga - Forumkami
... penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. ... Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya.Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga. bokep is offline ...www.forumkami.com/.../3579-memerawani-abg-tetangga.html